September 30, 2010

Indonesia – Amerika Serikat dan Dunia pendidikan

    Pendidikan adalah salah satu komponen penting dalam pembangunan suatu negara. Pendidikan juga sebagai indikasi dan rujukan  maju dan berkembangnya suatu bangsa serta menjadi gambaran Sumber Daya Manusia di negara tersebut. Bagaimana dengan Indonesia ?? patut lah kita bangga pada remaja-remaja kita yang  berhasil menembus kompetisi internasional bahkan beberapa meraih medali , penghargaan dan menjadi juara umum. Hebat ? ya, seandainya seluruh remaja mendapat hak pendidikan yang sama dan merata hingga seluruh pelosok nusantara sesuai dengan yang termaktub dalam UUD 1945 bisa dibayangkan betapa kuat dan berpengaruhnya Negara kita. Namun, kita tidak bisa menutup mata bahwa sampai saat ini kualitas pendidikan di negara kita sangat rendah, berdasarkan data yang dikeluarkan PBB melalui badan nya yaitu UNESCO  dengan perbandingan education Development Index (EDI), bahwa Indonesia bertengger di posisi 62 dari 130 negara. Hemm, Jangan dulu kita  membandingkan pendidikan kita dengan kawasan asia lainnya, eropa, terlebih-lebih Amerika. Cukup kita mengintip ke negara tetangga. siapa sangka Vietnam, philipines,  dan brunei darusalam berada di atas kita, sementara itu thailand, Singapura dan malaysia semakin melejit di posisi atas dunia pendidikan. Dan kini, dunia pendidikan kita disetarakan dengan negara myanmar, cambodia dan laos ? miris ?? YA , lalu apa yang mesti kita perbuat sebagai generasi penerus bangsa ? hanya mengkritisi ? atau hanya sebagai penonton dan menungu waktu untuk meyaksikan rapuh dan runtuhnya pendidikan kita ? TIDAK ! kita harus berbuat sesuatu, jangan berfikir kita harus demo di gedung DPR/MPR , membuat spanduk2 dan meneriaki pemerintah saja ! tapi berbuat sesuatu meskipun hal kecil itu jauh lebih bermakna dan bermanfaat. Oleh karena itu ,kali ini gua  akan mengulas dan mengulik dari A – Z tentang Darien high school, Darien Connecticut, United States (dimana gua mendapat kesempatan untuk bersekolah  disini) dan mencoba membandingkan dengan SMA Negeri 38 Lenteng Agung, Jakarta Selatan (sekolah gua tercinta di jakarta). tujuan nya sih pengen ngambil nilai positif dari perbandingan ini demi menciptakan sistem dan kondisi pendidikan indonesia yang stabil, berwawasan global dan berkualitas internasional sehingga diharapkan lulusan nya dapat bersaing di dunia internasional. semoga bisa jadi referensi kita semua untuk terus berkarya dan memperbaiki sistem pendidikan di negara kita tercinta yaa.

Sang Guru
Center of attention! Yep, kalimat ini tampaknya  masih berlaku di indonesia  sementara itu  Amerika sudah lebih jauh meningalkan sistem tersebut. disini, Guru bukanlah pusat perhatian kelas melainkan fasilitator di dalam kelas justru muridlah yang harus berperan aktif dalam kelas. Di indonesia, kita masih menemui banyaknya  jam kosong alias ga da ada guru nya. Terlebih sang guru tidak ada kabar entah kemana atau hanya meningalkan setumpuk tugas untuk para siswanya. Disini amat berbeda, gua belum pernah nemuin ada guru yang ga masuk sekolah atau hanya sekedar meningalkan tugas loh ! jangankan ga masuk sekolah, telat masuk kelas aja, sang guru pasti meminta maaf dan bilang ‘im really sorry kids !’, tpi jangan membayangkan guru disini telatnya kyk di indo, rata2 mereka semua ontime atau sudah stay di kelas sebelum jam pelajaran di mulai. Ini sangat berbeda dengan di indo, sang guru sebagian hanya masuk di jam-jam terakhir saja atau masuk kelas hanya untuk mengecek tugas yang diberikan sudah selesai apa belum trus dilanjutkan dengan agenda marah-marah demi menunjukan keprofesionalisan sang guru tersebut. Di samping hal hal kecil tersebut ternyata ada faktor yg lebih penting yaitu style sang guru mengajar !. ternytaa ini adlah faktor penting dan menentukan juga loh . wajar bgd gua dan murid lainnya ga ngerasa bosen sekolah disini, why ? ga ada tuh yang namanya guru marah-marah, maki-maki muridnya, atau ceramah panjang lebar yg ga ada ujungnya, ngasih hukuman apalagi main fisik. NO !! disini semua suasana di bawa have fun! Masing2 guru punya style dan teknik mengajar yang beragam. Guru ekonomi dan comparative religion rocker abis, dia adalah satu dari sekian banyak anggota “ride bikers” bisa di bayangkan penampilan nya kan ? rambut gondrong, bewokan, piercingan dan gayany cool bgd. style ngajar yg santai bgd, boleh makan minum, tapi tetep konsentrasi dalam peljaran, guru ini di kenal dgn nama “guru 1001 slide” krna klo ngajar pasti pake power point dgn slide yg bejibun dan anehnya gua ga boring karna slide nya creative ada gambar2 di setiap slide, selingan video dan juga kutipan2 yg ngena dan lucu bgd. Lain lagi dengan guru youth n law, sang guru tampak selalu mengunakan busana yg minim aka sexy, for example, dia selalu make tank top, dan celana selutut. Klo ngajar pasti ngibas-ngibasin rambutnya yg lumayan harum dan baru di rebonding deh kyknya. Cara dia narik minat kita belajar gini, klo kita bisa jwb pertanyaan dia atau aktif di disscus times pasti dia ngasih kita cokelat atau permen gitu, hahaha. Nelson, yep ini nama guru application physisc and chemiestry, gua dan murid lainnya cukup mangil nelson aja tanpa embel2 ‘MR’ dan beberapa guru juga ad yg bgtu.  Berdiri dan berjalan2 di atas meja adalah cirikhas nih guru,  membuat jokes2 di awal kelas adalah kebiasaan nya. Seru parah deh kelasnya.  Gimana cara guru di indo mengajar ? anda pasti sudah bisa menjawabnya kan ? jika kita membicarakan guru di indo, bisa diperkirakan pembicaraan  berkutat antara super disiplin, tuh guru ngomel mulu, tuh guru masuk klas ngasih tugas doank,  remed tiada ujung bahkan tuh guru porno bgd yee :p. hemmmm (geleng-geleng kepala).

SISTEM PENDIDIKAN
Mata pelajaran )
Di indo kita disodori dengan 16 mata pelajaran ? yes, rumit. Bejibun. tugas Menumpuk.Membingungkan.  Dan kita sadari semua mata pelajaran tidak terserap dengan baik. Alhasil ujung2 dari ujian adalah remedial dan remedial !! disini gua dan murid yg lain nya hanya disodori 6 mata pelajaran, xoxo !!! next, klo di indo kita tidak ada pilihan alias semua mata pelajaran harus di ikuti dan wajib lain hal nya disini kita di tawari dengan berbagai pilihan mata pelajaran terdiri dari 160 pilihan kelas dan kita diminta untuk memilih 6 pelajaran untuk satu smester atau dua semester sekaligus atau kita bisa memilih pelajaran lain untuk semester dua. Flexible. Sesuai keinginan murid. Dan kita di beri kebebasan namun ada requirement pelajaran yang harus diambil juga.
Waktu KBM )
Proses KBM dimulai pukul 07.40 dan berakhir pada pukul 14.17 !!! system kelas dibagi dalam beberapa waktu, disini kita nyebutnya ‘PERIOD’. Dalam 1 hari ada 7 period! namun, setiap siswa hanya masuk dalam 5 period  dan drop 1 kelas lain nya setiap hari. (agak rumit? Ya awalnya dan susah di jbrin sih klo di tulisan, hehe) jadi kan kita ambil 6 pelajran ? setiap hri kita hanya belajar 5 pljrn, 1 peljrn di liburkan/di drop dan setiap harinya peljran yg di drop bergantian. 1 period untuk 1 mata pelajaran, waktu regular 1 period  selama 47 menit. Jadi  47 x 5 period = 235 menit atau selama 4 jam sehari nya. Dan waktu kosong atau kita menyebutnya ‘study hall ’ selama. 47 x 2 period = 94 menit sekitar 1,5 jam !! biasa nya waktu ini dihabiskan para murid untuk mengerjakan tugas di library, konsultasi pelajaran di learning centre disana ada tutor sebaya dan guru yg membantu dan juga bercengkerama di cafeteria! Namun rata2 pada ke library untuk mengerjakan tugas. Waw ! ditambah waktu lunch selama 26 menit dan 4 menit waktu untuk pergantian setiap kelas karna disni menggunakan system moving class. Di Indonesia ? 06.30 – 15.30 bahkan ada yang berakhir pada pukul 16.30 bahkan lebih, belum PM atau BIMBEL.. waw !! dan waktu istiraht hanya sekitar 1 jam setiap harinya . belum di tambah kalau ada jam tambahan atau remdial di luar jam KBM, hemmm. Di sini ga ada kegiatan belajar mengajar di luar jam KBM !!! singkat kata kalo di indonesia kita belajar 1400 jam per tahun nya , di amerika jam be;ajar hanya 600 jam per tahun nya !!!
Moving Class dan Credit Point )
System disini  moving ya bneer-bener moving loh, jangan disamain dengan moving class ala Indonesia yaaa. Makna dari moving class kan siswa mendatangi kelas dan guru sudah stay di kelas seblum kelas di mulai dan  Masing-masing guru mempunyai ruangan nya sendiri, dan mendekorasi kelas sesuai mata ajar dan selera sang guru masing-masing dan suasana kelas benar2 terasa dengan apa yang di ajarkan sang guru, manthaaaf ! Credit point  adalah system nilai disni , disni nilai di indikasikan dengan huruf antara A (tertinggi) – F (terendah). Per mata pelajaran mempunyai bobot point yang berbeda-beda tergantung level kelas nya. Jadi setiap semester harus memiliki bobot credit point sebnyak 27 point dan biasanya murid disni mengambil lebih dari 27 point . dan pada akhir masa-masa SMA, point tersebut di akumulasikan dan menjadi bahan atau syarat untuk masuk universitas. Jdi disini ga ada tes-tesan dan segala macem rupa dan cara  buat masuk universitas, sehingga terkesan jerih payah kita dari SMA dihargai dan bermanfaat untuk masuk universitas !!!. aduh beda bgd ya sama indo ??

BERSAMBUNG …

3 comments:

Anonymous said...

like this banget ya.. :D

Arya Ondrio ngepost said...

Thanks anonymous :D

De Santos said...

Maaf bung, itu angka 1400 jam, Anda dapat darimana? Tolong kasih tau saya referensinya untuk keperluan penelitian. Thx